Langsung ke konten utama

Vue Js Tutorial Indonesia | 2 Hello Vue

Menggunakan Framework Vue js ada dua cara, yaitu menggunakan CDN dan Install di komputer Local.

Vue Js Tutorial Indonesia | 2 Hello Vue

Menggunakan CDN sama seperti pemanggilan file javascript pada biasanya, penggunaan seperti ini biasanya pada saat web project yang dibuat tidak begitu kompleks membutuhkan vue js, berbeda dengan cara yang di install secara langsung yang biasanya merupakan project yang berskala besar.

Kita mulai dengan sesuatu yang lebih mudah dulu, yaitu menggunakan CDN sebagai dasarnya, setelah dasar sudah siap maka kita akan lanjutkan tutorial yang install on the server.

ok pertama-tama buat file html biasa yang isinya kosong, seperti ini :
<html>
<head>
    <title>Belajar Vue Js</title>
</head>
<body>
</body>
</html>
Masukkan file Vue JS nya ke dalam file html, seperti pemanggilan file js secara umumnya:
<script src="https://cdn.jsdelivr.net/npm/vue/dist/vue.js"></script>
Hingga menjadi seperti ini :
<html>
<head>
    <title>Belajar Vue Js</title>
    <script src="https://cdn.jsdelivr.net/npm/vue/dist/vue.js"></script>
</head>
<body>
</body>
</html>

Sekarang vue js siap digunakan, kita akan menampilkan text Hello Vue! menggunakan Vue js, dengan cara seperti di bawah ini :
  1. Pertama kita butuh sebuah object document yang nantinya akan digunakan oleh vue js, contohnya disini kita akan menggunakan object div kemudian didalamnya kita akan menampilkan isi dari variable pesan , kita juga bisa menggunakan object document lainnya, seperti : spansmallb, dll. Bebas, kita bisa menggunakan object document mana saja.

    <div id="app">
      {{ pesan }}
    </div>

    disini kita menambahkan id pada object  div  sebagai identitasnya dan pesan adalah suatu variabel yang akan di print nilainya.

    Kurung kurawal berfungsi untuk mengeksekusi / menghasilkan output dari javascript.

    tambahkan pada html yang telah dibuat sebelumnya, hingga menjadi seperti berikut:
    <html>
    <head>
        <title>Belajar Vue Js</title>
        <script src="https://cdn.jsdelivr.net/npm/vue/dist/vue.js"></script>
    </head>
    <body>
      <div id="aplikasi">
        {{ pesan }}
      </div>
    </body>
    </html>
    
  2. Kita akan membuat vue js bisa di eksekusi di dalam object  div  yang sebelumnya sudah kita beri ID, masukkan kodingan di bawah ini kedalam blok javascript <script></script> :
    new Vue({
      el: '#aplikasi',
      data: {
        pesan: 'Hello Vue!'
      }
    })
    Dari kodingan tersebut : 
    • pertama kita panggil object vue dengan key new
    • di dalamnya ada el yang menyatakan element mana yang akan dijadikan element vue.
    • data merupakan tempat mendeklarasikan suatu data, dari contohnya di dalam sini ada data pesan yang bisa kita gunakan, disini juga bisa kita buat data berupa data-data lainnya seperti array atau object, contoh jika ingin menambahkan suatu data yang bernama status  dengan nilai terkirim:
      new Vue({
        el: '#aplikasi',
        data: {
          pesan: 'Hello Vue!',
          status: 'terkirim'  
        }
      })
     Gabungkan semua kodingan hingga menjadi seperti berikut :
    <html>
    <head>
        <title>Belajar Vue Js</title>
        <script src="https://cdn.jsdelivr.net/npm/vue/dist/vue.js"></script>
    </head>
    <body>
      <div id="aplikasi">
        {{ pesan }}
      </div>
    </body>
    <script>
      new Vue({
        el: '#aplikasi',
        data: {
          pesan: 'Hello Vue!',
          status: 'terkirim' 
        }
      })
    </script>
    </html>
  3. Simpan dan jalankan, di browser harusnya terlihat seperti ini
    Belajar Vue Bahasa Indonesia
{{ message }}

Cukup untuk tutorial kali ini, jika ada kebingungan silahkan bertanya di kolom komentar di bawah ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu API | 1 Belajar REST API Dengan Python Flask

Dalam sesi ini kita akan belajar cara membuat API menggunakan Flask, di perlukan sedikit dasar bahasa pemrograman python untuk mempermudah dalam mempelajari ini, dan jangan kawatir jika anda belum pernah  Belajar Flask  sebelumnya, karena pada tutorial kita akan membahas dari dasar. Flask ini framework yang sangat cocok digunakan untuk membuat suatu service yang kecil, dan ini telah banyak di gunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, anda bisa lihat  disini . Di saat saya menulis tutorial ini, pengembangan Flask sudah mencapai seperti berikut: Contributors :503 Commits : 3,5037 Ok, saya akan mulai dengan membahas apa itu API ? API (Application programming interface) - Mudahnya bisa di sebut sebuah service yang berfungsi untuk menghubungkan service antar service, contohnya frontend dan backend agar bisa bertukar data kita butuh yang namanya API Service, jadi kalau istilah lainnya ini bisa di sebut sebuah gerbang penghubung. Secara "garis besar" pekerjaan pr

Routing | 5 Belajar REST API Dengan Python Flask

Secara umum situs menyediakan beberapa link untuk bisa mengunjungi halaman pada websitenya, contoh pada situs facebook untuk melihat halaman profil linknya bisa  facebook.com/rhyanz46 , untuk melihat daftar yang kita simpan linknya  facebook.com/saved ,   proses pembuatan link ini bisa di sebut routing, tutorial kali ini kita akan belajar routing di flask. Sebenarnya pada tutorial sebelum-nya kita sudah menggunakan route, namun disini saya akan menjelaskan beberapa hal lagi seputar routing. URL secara umum di bagi menjadi dua sifat yaitu dinamis dan statis URL Statis  adalah url yang berfungsi untuk menampilkan suatu halaman dengan jenis data yang berbeda dengan halaman yang lainnya, seperti di suatu website kita ketahui ada halaman about, home, privacy and policy, dll. Contoh, sebut saja situs anda adalah ariansaputra.com  dan anda ingin membuat halaman 'about' dengan url  ariansaputra.com/about  , seperti tutorial sebelumnya kita bisa membuatnya dengan cara: URL d

ENV Konfigurasi | 4 Belajar REST API Dengan Python Flask

Kita bisa menjalankan aplikasi flask dengan beberapa envionment ( lingkungan ), misalnya environemt "prodution" yang di akses oleh banyak user, atau "development" pada saat proses development. Kita bisa menamakan environment dengan nama apa saja terserah kita. Konfigurasi environment berfungsi sebagai pembeda environment (lingkungan) mana yang sedang di gunakan, kita bisa mengatur konfigurasi ini dengan cara biasa seperti pada tutorial sebelumnya, namun lebihnya dari konfigurasi lain, di konfigurasi ini kita juga bisa mengaturnya melalui settingan environment global pada os kita, misalnya di linux: export FLASK_ENV = "development" Di linux, dengan menggunakan sintag "export" kita bisa mengubah variabel environment os kita, dari contoh tersebut saya membuat nama variabel FLASK_ENV dengan value "development", secara otomatis aplikasi flask yang akan kita jalankan mengambil value dari variabel FLASK_ENV dari variabel environment os k