Langsung ke konten utama

ENV Konfigurasi | 4 Belajar REST API Dengan Python Flask

Kita bisa menjalankan aplikasi flask dengan beberapa envionment ( lingkungan ), misalnya environemt "prodution" yang di akses oleh banyak user, atau "development" pada saat proses development. Kita bisa menamakan environment dengan nama apa saja terserah kita.

Konfigurasi environment berfungsi sebagai pembeda environment (lingkungan) mana yang sedang di gunakan, kita bisa mengatur konfigurasi ini dengan cara biasa seperti pada tutorial sebelumnya, namun lebihnya dari konfigurasi lain, di konfigurasi ini kita juga bisa mengaturnya melalui settingan environment global pada os kita, misalnya di linux:

export FLASK_ENV = "development"

Di linux, dengan menggunakan sintag "export" kita bisa mengubah variabel environment os kita, dari contoh tersebut saya membuat nama variabel FLASK_ENV dengan value "development", secara otomatis aplikasi flask yang akan kita jalankan mengambil value dari variabel FLASK_ENV dari variabel environment os kita, anda bisa mengeset variabel environment di windows juga.

Secara umum ada dua mode dalam menjalankan aplikasi flask yaitu :
  1. Development Mode
    Mode ini kita gunakan saat pengembangan aplikasi
  2. Production Mode
    Mode ini digunakan saat aplikasi kita dijalankan di server public, atau hosting, atau vps
Fitur mode ini berfungsi untuk mengelompokkan beberapa konfigurasi, atau dengan kata lain "membuat beberapa konfigurasi dalam suatu kelompok",

contoh:

Mode Development :
- database yg di gunakan menggunakan database TokoTest
- folder tempat upload gambar berada di folder GambarListTest
- Debug On

Mode Production :
- database yg di gunakan menggunakan database Toko
- folder tempat upload gambar berada di folder GambarList
- Debug Off

Dari contoh pengelompokkan konfigurasi di atas, kita tidak menggangu database yg ada di production di saat kita menjalankannya di lokal dengan menggunakan mode development, ini hanya contoh saja.

Ini membuat kita tidak repot-repot mengubah banyak konfigurasi di kodingan di saat kita menjalankannya di lokal atau di server, maka kita cukup membuat konfigurasi dalam suatu kelompok development mode atau production mode.

Jika kita sudah menentukan konfigurasi-konfigurasi mana saja yang di kelompok-kan pada development mode atau production mode, maka nanti di saat kita jalankan aplikasinya tinggal di pilih modenya dengan beberapa perintah, dan dengan beberapa perintah itu cukup untuk mengubah seluruh konfigurasi secara otomatis sesuai dengan yg telah kita tentukan

secara simple-nya kita bisa melihat konfigurasi environment dengan cara :
print(app.config['ENV'])
secara default nilai dari config ENV ini adalah 'prodcution' , dan pada 'production mode' secara default membuat settingan Debug bernilai False, dan pada 'development mode' Debug bernilai True.

Kita bisa membuat sekumpulan konfigurasi dalam kelompok development atau production menggukan kondisi if else :

contoh :
dengan melakukan ini kita tidak usah mengubah konfigurasi di kodingan, cukup dengan menge-set variabel environment pada os kita dengan cara-nya masing-masing, contoh di linux kita bisa menggunakan sintag export seperti yang saya contohkan sebelumnya, seperti gambar berikut :

Sekian dan terimakasih :).

next : tutorial flask routing

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Situs Belajar Coding Dapat Sertifikat Untuk Pekerjaan

Situs belajar bahasa pemrograman yang akan saya bagikan pada tulisan kali ini akan adalah situs yang bisa membuat anda mendapatkan pekerjaan dan yang pastinya materi dari situs yang saya pilih ini adalah materi yang berstandar internasional. Kelebihan dari memilih courses online dari pada membaca ebook atau menonton video tutorial di youtube adalah kita akan mendapatkan sertifiat, diamana sertfikat tersebut bisa kita gunakan untuk mendapatkan pekerjaan, dan berita bagus bagi para freelancer yaitu adanya linkedin situs yang mempermudah pertemuan antara pencari pekerjaan dengan perekrut dari suatu perusahaan, disana kita bisa menambahkan sertifikat, pengalaman kerja, keahlian yang kita miliki dan masih banyak lagi, selain itu kita juga bisa print profil kita menjadi sebuah portofolio berbentuk file PDF. Dari pengalaman saya sendiri yaitu selain mendapatkan tawaran pekerjaan saya juga sering di mendapatkan client yang memesan untuk di buatkan suatu aplikasi dan itu sering menjadi

Flutter Tutorial Indonesia | 1 Pendahuluan

Setelah rilisnya bahasa pemrograman Dart yang di kembangkan oleh google pada tahun 2011 kini bahasa tersebut sudah memiliki framework yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi moile yaitu untuk android dan ios sekaligus dalam satu waktu. Flutter juga digunakan sebagai framework utama dalam pengembangan aplikasi untuk OS Google Fuchsia. Tentang Flutter : Menggunakan Library Grafik Google Skia untuk mesin rendernya, alias tidak menggunakan bawan dari android atau iOS, dan ini yang membuat tampilan di android, iOS, atau desktop tetap sama. Semua UI adalah Widget Rendering Lebih Cepat Tidak hanya untuk membuat UI Flutter juga untuk menangani aliran data dan status data yang rumit dengan cara yang elegan dengan model Reactive. Dalam acara Google I/O 2018 menyatakan bahwa sekarang sudah menyediakan dokumentasi yang lengkap di flutter.dev dan anda bisa langsung belajar framework ini dari dokumentasi tersebut atau bisa mengambil courses di udacity atau tempat courses lainnya sep

Apa itu API | 1 Belajar REST API Dengan Python Flask

Dalam sesi ini kita akan belajar cara membuat API menggunakan Flask, di perlukan sedikit dasar bahasa pemrograman python untuk mempermudah dalam mempelajari ini, dan jangan kawatir jika anda belum pernah  Belajar Flask  sebelumnya, karena pada tutorial kita akan membahas dari dasar. Flask ini framework yang sangat cocok digunakan untuk membuat suatu service yang kecil, dan ini telah banyak di gunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, anda bisa lihat  disini . Di saat saya menulis tutorial ini, pengembangan Flask sudah mencapai seperti berikut: Contributors :503 Commits : 3,5037 Ok, saya akan mulai dengan membahas apa itu API ? API (Application programming interface) - Mudahnya bisa di sebut sebuah service yang berfungsi untuk menghubungkan service antar service, contohnya frontend dan backend agar bisa bertukar data kita butuh yang namanya API Service, jadi kalau istilah lainnya ini bisa di sebut sebuah gerbang penghubung. Secara "garis besar" pekerjaan pr