Langsung ke konten utama

Flutter Tutorial Indonesia | 3 Aplikasi Pertama

Dalam sesi ini kita akan membuat aplikasi sederhana sebagai pembukaan dari beberapa tutorial yang akan disampaikan pada blog ini, sebagai dasar pemahaman pada pembahasan ini kita juga akan belajar mengenai struktur dasar dari project flutter.

jika anda masih ragu dengan flutter, silahkan baca ini https://flutter.dev/docs/resources/technical-overview

Oke, sebelum membuat project baru, pastikan flutter sdk sudah siap digunakan, untuk mengaturnya anda bisa melihat pada tutorial sebelumnya.
1.Langkah Pertama : Membuat project baru
untuk membuat project baru di terminal cukup ketik : flutter create namaaplikasi
setelah project jadi, anda akan melihat beberapa kode yg disediakan sebagai contoh aplikasi sederhana dari flutter.

2. Pembahasan mengenai kode
Sekarang anda mungkin penasaran dari mana proses awal aplikasi itu dijalankan. . ?

Pada aplikasi flutter, file main.dart yang terletak pada folder lib merupakan file dart yang pertama kali di eksekusi, dan akan langsung mencari method main() kemudian menjalankannya. untuk lebih jelasnya, mari kita bahas pelan".
  • Pada baris pertama, Disana ada kode yang meng-import paket material yang dimana itu merupakan paket yang menyediakan kumpulan widget-widget dari material design yang akan digunakan pada pembangunan user interface aplikasi.
  • void main adalah method yang pertama kali akan di jalankan.
  • Pada kode berikutnya yaitu terdapat class yang meng-extend class StatelessWidget, kelas yang sedang mengextends kelas ini memiliki beberapa sifat, seperti (tidak memilik state, dan karena tidak memiliki state maka nilai variabel yang ada di dalam kelas ini tidak bisa di ubah, untuk merubah nilai dari suatu variabel di kelas ini yaitu harus di render ulang), 
  • setelah itu, class ini akan meng-override suatu widget yang berasal dari paket material, contohnya disini yaitu mereturn MaterialApp sebagai widget induk dari aplikasi tersebut, di dalam MaterialApp terdapat beberapa bagian widget lagi seperti title, thema, dan ada bagian home tempat meletakkan widget lagi, di bagian home kita bisa mengatur appBar dan body. dan seterusnya.,
  • Di dalam class yang meng-extend class StatefulWidget kita bisa menempatkan ui yang dinamis atau dengan variabel yang dapat berubah nilainya (ini kebalikan dari kelas StatelesWidget ),  kelas ini memiliki state dan disini semua data dapat di ubah dengan bantuan method setState. di dalam method setState kita bisa merubah nilai suatu data. seperti pada contoh kode yang disediakan disana yaitu mengubah nilai dari variabel _counter menggunakan method setState. 

3. Struktur folder

  • Folder android
    folder pengaturan untuk aplikasi yang akan di build menjadi android, disana seperti pengaturan akses jaringan, akses memori, dan lain-lain bisa di atur dalam folder android.
  • Folder ios
    sama halnya dengan folder android, yaitu untuk mengatur pengaturan untuk kebutuhan apliksi jika di build menjadi ios, yaitu seperti pengaturan akses jaringan, kamera dll.
  • Folder build
    aplikasi yang telah selesai di build, hasilnya akan berada di dalam folder ini, kita bisa hapus folder ini dalam keadaan tertentu, misalnya error saat build program, anda bisa menghapus folder ini dan mengulanginya lagi.
  • Folder lib
    folder dimana kode inti di tulis di dalam folder ini.
  • File pubspec.yaml
    jika kita ingin menambahkan suatu pluggin, mengatur dependencies, kita bisa mengaturnya di file ini.
Untuk penjelasan lebih detailnya, akan saya lakukan update pada postingan ini.

4. Experiment
Hal yang selanjutnya yang kita akan lakukan adalah mencoba untuk merombak aplikasi tersebut menjadi sangat sederhana, lalu akan kita pelajari kodenya baris-perbaris lagi.

untuk tutorial kali ini, saya mengambilnya dari https://codelabs.developers.google.com/codelabs/first-flutter-app-pt1/#0

mari ikuti saya. . .

hapus semua kode di dalam file main.dart yang terdapat pada folder lib, kemudian ganti semua nya dengan ini :


import 'package:flutter/material.dart';

void main() => runApp(new MyApp());

class MyApp extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return new MaterialApp(
      title: 'Welcome to Flutter',
      home: new Scaffold(
        appBar: new AppBar(
          title: const Text('Welcome to Flutter'),
        ),
        body: const Center(
          child: const Text('Hello World'),
        ),
      ),
    );
  }
}


Oke, .
mari kita bahas,
kita akan bahas kata-kata yang aneh satu-per-satu terlebih dahulu. .

1. import  = digunakan untuk mengimport suatu paket atau kelas, contohnya jika anda ingin mengimport kelas service_penduduk, maka anda bisa menulisnya : import 'package:service_penduduk.dart'

2. void = untuk menyatakan suatu fungsi, contohnya ni : jika anda ingin membuat suatu fungsi yang bernama "ambildata" maka anda bisa menulisnya dengan : void ambildata()  , dari contoh kode di atas, fungsi yang bernama "main" merupakan fungsi yang pertama kali akan di panggil.

3. 
class MyApp extends StatelessWidget  = mengextends kelas StatelessWidget, kelas ini digunakan untuk membuat ui yang dimana semua nilai didalamnya tidak bisa di rubah,


[belum selesai di tulis]

Komentar

  1. Terima kasih pembelajarannya, sangat bermanfaat . kita nantikan kelanjutannya bang ya..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu API | 1 Belajar REST API Dengan Python Flask

Dalam sesi ini kita akan belajar cara membuat API menggunakan Flask, di perlukan sedikit dasar bahasa pemrograman python untuk mempermudah dalam mempelajari ini, dan jangan kawatir jika anda belum pernah  Belajar Flask  sebelumnya, karena pada tutorial kita akan membahas dari dasar. Flask ini framework yang sangat cocok digunakan untuk membuat suatu service yang kecil, dan ini telah banyak di gunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, anda bisa lihat  disini . Di saat saya menulis tutorial ini, pengembangan Flask sudah mencapai seperti berikut: Contributors :503 Commits : 3,5037 Ok, saya akan mulai dengan membahas apa itu API ? API (Application programming interface) - Mudahnya bisa di sebut sebuah service yang berfungsi untuk menghubungkan service antar service, contohnya frontend dan backend agar bisa bertukar data kita butuh yang namanya API Service, jadi kalau istilah lainnya ini bisa di sebut sebuah gerbang penghubung. Secara "garis besar" pekerjaan pr

Routing | 5 Belajar REST API Dengan Python Flask

Secara umum situs menyediakan beberapa link untuk bisa mengunjungi halaman pada websitenya, contoh pada situs facebook untuk melihat halaman profil linknya bisa  facebook.com/rhyanz46 , untuk melihat daftar yang kita simpan linknya  facebook.com/saved ,   proses pembuatan link ini bisa di sebut routing, tutorial kali ini kita akan belajar routing di flask. Sebenarnya pada tutorial sebelum-nya kita sudah menggunakan route, namun disini saya akan menjelaskan beberapa hal lagi seputar routing. URL secara umum di bagi menjadi dua sifat yaitu dinamis dan statis URL Statis  adalah url yang berfungsi untuk menampilkan suatu halaman dengan jenis data yang berbeda dengan halaman yang lainnya, seperti di suatu website kita ketahui ada halaman about, home, privacy and policy, dll. Contoh, sebut saja situs anda adalah ariansaputra.com  dan anda ingin membuat halaman 'about' dengan url  ariansaputra.com/about  , seperti tutorial sebelumnya kita bisa membuatnya dengan cara: URL d

ENV Konfigurasi | 4 Belajar REST API Dengan Python Flask

Kita bisa menjalankan aplikasi flask dengan beberapa envionment ( lingkungan ), misalnya environemt "prodution" yang di akses oleh banyak user, atau "development" pada saat proses development. Kita bisa menamakan environment dengan nama apa saja terserah kita. Konfigurasi environment berfungsi sebagai pembeda environment (lingkungan) mana yang sedang di gunakan, kita bisa mengatur konfigurasi ini dengan cara biasa seperti pada tutorial sebelumnya, namun lebihnya dari konfigurasi lain, di konfigurasi ini kita juga bisa mengaturnya melalui settingan environment global pada os kita, misalnya di linux: export FLASK_ENV = "development" Di linux, dengan menggunakan sintag "export" kita bisa mengubah variabel environment os kita, dari contoh tersebut saya membuat nama variabel FLASK_ENV dengan value "development", secara otomatis aplikasi flask yang akan kita jalankan mengambil value dari variabel FLASK_ENV dari variabel environment os k